Sbuah perpisahannnn………
seindah apapun cara kta brdua melewatinya, tetap tak akan menempikan rasa kehilangann.
tak masalah brapa lama waktunya, entah itu 1 atau, 2 tahun atau kurang dari itu kta mnjalin hubugan. Rasa penyesalan itu tetaplah ada d dlam hati ini, yg menciptakan banyak hal dan yg kta lewatinya bersama…
Ada saat dmana kau membuatku menitipkan air mata, tpi engkau tak tahu kau telah mendatangkan banyak kebahagiaan dalam air mataku ini, tawa dan tangis datang dari sumber yang sama, jka saat ini kau m’buatku mnangis maka esok akan kutemukan dan kusadari btapa bnyak tawa yang trcipta krenamuuu..
kta dekat atau memang sengaja d dkatkan oleh takdir !!!
Duluuh, namamu bhkan tak pernah terbesik d benakku, tpi kini tngah hariku-pun kuhabiskan bersamamu Cerita dan mengerjakan bnyak hal b’sama yg serupa jg krenamuu…
Duluuh, sosokmu tak terlihat sempurna, dan mungkin akupun jg sperti itu d matamu, tpi kini ketidak sempurnaan itu mendekatkan kta, menyatukan kta, bahkan mengikat kta untuk m’jalin hubungan yg sangat hakiki dan istimewah.
tiap kbaikan yg kau lakukan adalah suatu kebahagiaan dan,
tiap ksalahan yg kau lakukanpun hnyalah sbuah ke khilafan smata !!!
Tiba-tiba aku kehilangan alasan untuk rela kehilangan dirimu.
Kta bebas saling ngejek karena aku dan kamu tahu sebuah arti kesabaran, padahal aku harus malu kalau harus slalu berselisih karena hal-hal kecil yg sangat tidak penting, dan kita berselisih karena aku dan kamu tahu bahwa esok kta kan saling merindukan satu sma lain dan semuanya akan kembali baik seperti biasa !!!
Kta bebas brpendapat krena aku dan kamu tahu kta saling m’dengarkan walau dalam diam dan, walau dalam bahasa air mata.
banyak rasa yg brkumpul d sini, d hati ini. Ada rasa indah jika kamu menangis dan kmudian mau brbagi kesedihan denganku, ada rasa kebahagiaan d sini jka kmu mau brcerita tentang dirimu, tetang keluargamu, tentang teman-temanmu, dan bahkan sklipun tetang mantan kekasihmuu !!!
Ada suatu klegahan t’sendiri pda saat ktika mlihatmu tersenyum, setelah air matamu membasahi bahuku, ada rasa haru ketika kamu mau menyandarkan kpalamu d bahuku. Tiba-tiba saja aku berfikir dan merasa bahwa kmulah wanita yg akan kumiliki tuk slamanya jga bhkan smpai nafas trahirkupun akukan tetap mempertahankanmu, dan aku ingin senyum itu selalu ada, aku ingin kebersamaan ini tetap tinggal..
Aku tak ingin berpisah secepat ini, masih banyak kekecewaan yg tak t’bayar, masih ada luka yang tetap mengangah sampai saat ini, masih bnyak ksalahan kta bdua yg tak kta sadari, masih trlaluu bnyak kobongan-kebohongan yg tak trmaafkan, trlalu bnyak hari yg terlewati dengan sia-sia, masih bnyak kbahagiaan bsar dan kecil yang belum kta dapatkan.
Jka aku tahu saat ini benar-benar menyakitkan, takan kukatan lgi aku menyesal mengenalmu jka aku sedang menyakitimu, takan kutakan aku ingin cepat brpisah denganmu, dan takkan kuktakan rasa malu jka jalan brsamamu. krena saat ini kusadari kbersamaan seperti itu sulit sangat kudapatkan.
Kekasih yg baik hati seprtimuu, entahh apa masih bisa kutemukan lagi.
Tawa itu, senyum itu, tangis itu, kepolosan itu, kata-kata itu, bantuan itu, ejekan itu, teriakan itu. Yahhhh, semuanya pasti akan membuatku sangat rinduu. d hati ini ada kebersamaan yg rukun, ada kebanggaan yg mendalam, ada tekad yg menguatkan kta, ada bnyak suka, syang, cinta dan kekaguman untukmu. Tpi suatu saat kta bduaa pasti akan mengingat, dan mencoba menangkap kmbali hari-hari asing itu yg kenangannya akan mengubah perasaanmuu..
Entah dngan siapakh km akan brsma, yg jlas bruntunglah lelaki itu jka b’smamu. tapi ingatlah d sini, janji-janji itu, jalan-jalan yg becek itu, akan merindukan kehadiran kta bdua, bahkan tetesan hujan kecil itupun akan setia memutar kembali ingatannya untuk kta bduua, dan dedaunan maupun ilalangg yg bnyak d skitar rumahmu, itu tumbuh kemudian layu mengering dan jatuh, itupun agar mereka tahu brapa lama sudah kta tdk brsma lgi, itu jg krena merekapun tahu PERPISAHAN ADA KARENA BETAPA INDAHNYA ARTI SEBUAH PERTEMUAN . .
Minggu, 21 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar